News Update :

Kita Bisa Melakukan Hal-hal Besar Untuk Republik Ini | Transkrip & Video Pidato Anis Matta di Bali

Jumat, 15 Februari 2013


BALI, Selasa (12/2/2013)

“Semua pekerjaan besar didalam sejarah membutuhkan waktu yang panjang. Tidak ada pekerjaan besar yang bisa kita selesaikan dalam satu hari, dalam satu minggu, dalam satu bulan, dalam satu tahun, dalam sepuluh tahun, tidak ada. Pekerjaan-pekerjaan besar itu membutuhkan waktu yang lama.”
 
“Anda tahu kenapa agama selalu menjadi fenomena dalam sejarah umat manusia? Tidak ada satu ajaran yang menyebar sekuat tersebarnya agama di dunia ini. Karena itu adalah pekerjaan ribuan tahun, yang dilakukan oleh serial nabi-nabi dan rasul. “
 
“Kerja besar itu membutuhkan waktu yang panjang. Jadi kalau anda punya gelora, anda punya api didalam diri, anda punya badai di dalam diri, maka yang kita perlukan selanjutnya adalah tangan dingin. Karena kita akan bekerja dalam waktu yang panjang, nonstop.”
 
“Dan waktu kita bekerja dalam waktu yang panjang itu seringkali pekerjaan itu tidak disertai dengan sorotan media, tidak disertai dengan tepuk tangan, tapi justru disertai dengan kritik demi kritik cacian makian dan seterusnya.”
 
“Apa yang kita perlukan dalam situasi seperti itu? Kita perlu tangan dingin. Pahlawan itu didalam sejarah, bukanlah orang-orang yang sangat hebat. Bukan. Para pahlawan didalam sejarah itu adalah orang-orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar dalam waktu yang panjang dalam sunyi dan senyap.”
 
“Sebagian besar pekerjaan-pekerjaan itu kita selesaikan dalam diam, dalam sunyi tanpa liputan.  Dan hanya orang-orang yang punya tekad kuat yang bisa bersabar untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan itu secara terus menerus dalam diam. Dan saya ingin menghadirkan satu contoh untuk hal seperti itu adalah pemimpin kita yang datang setelah Bung Karno….  Soeharto.”
 
“Kalau Bung Karno membawa republik ini menuju kemerdekaan. Maka Pak Harto membawa republik ini keluar dari kemelut. Dan setelah itu bekerja dalam diam, dalam waktu yang lama.”
 
“Kita sebagai generasi penerus harus tahu bahwa bukanlah tugas kita untuk mempertanyakan mengapa akhir hidup dari seorang pemimpin seperti ini atau itu. Tetapi, yang kita ambil dari setiap pemimpin itu adalah dengan apakah pemimpin itu mengisi sebagian besar dari waktu-waktu hidupnya.”
 
“Seseorang yang telah mengisi 30 tahun sampai 50 tahun dari seluruh waktu hidupnya untuk melakukan kerja-kerja besar didalam sejarah itu adalah tokoh yang pantas dan harus kita teladani, dan kita tidak perlu bertanya dengan cara apa dia mati, dan dalam situasi apa dia mati. Itu tidak perlu”
 
“Yang perlu kita lihat adalah dengan cara apa dia mengisi sebagian besar waktu-waktu hidupnya itu. Dan karena itu saya tidak pernah bertanya tentang bagaimana seseorang menghadapi akhir hayatnya. Itu tidak penting bagi kita semua. Tetapi bagaimana dia mengisi sebagain besar ruang kehidupannya.”
 
“Kita memerlukan ‘tangan dingin’ ini karena hanya dengan tangan dingin inilah insya Allah kita bisa menyelesaikan kerja-kerja besar kita.”
 
“Saudara-saudara sekalian, kita telah mendirikan partai ini dengan modal yang sangat sedikit. Saya ingat tahun ’98, kader kita jumlahnya hanya sekitar 33.000 orang. Saya mau catat angka ini. Supaya saudara saudara tahu apa yang terjadi sesudah itu dan bagaimana kita menciptakan perbedaan. 33.000 orang jumlah kader kita yang kita miliki sebagai modal awal kita mendirikan partai. Dan alhamdulillah, nanti bulan April insya Allah kita akan memperingati hari jadi PKS yang ke-15. Dalam waktu-waktu ini kita telah mencatat pertumbuhan yang konstan. Tiga kali kita mengikuti pemilu, tiga kali kita mencatat kemenangan-kemenangan alhamdulillah. Dan saudara-saudara sekalian, apakah yang membuat itu semua bisa terjadi? KEIKHLASAN… yang membuat akhirnya kita punya tangan dingin. Tangan dingin dalam mengelola semua situasi-situasi sulit. Dan karena itu, saya TIDAK PERNAH menganggap bahwa situasi sulit yang kita hadapi sekarang ini LEBIH SULIT dari situasi ketika kita mendirikan partai ini pertama kalinya. Tidak pernah. Situasi ini tidaklah lebih sulit dari yang sebelumnya. Saya hanya menganggap bahwa situasi yang kita hadapi ini justru merupakan cambuk bagi kita semunya  untuk berlari lebih cepat.. lebih cepat daripada apa yang kita duga bisa kita lakukan. Kita mungkin selama ini menduga bahwa kita sudah berlari, tapi tidak sekencang yang seharunya. Kita sudah berlari tapi tidak sekencang yang seharusnya. Tapi saya yakin insya Allah peristiwa ini akan membuat kita berlari lebih kencang dari apa yang kita duga bahwa kita bisa lebih kencang dari itu.”
 
“Kalau kita ingin mengambil inspirasi, coba kita lihat. Dalam masa 32 tahun orde baru dengan plus minusnya, yang saya catat secara pribadi adalah orang yang bekerja secara konstan terus menerus seperti itu dalam diam. Terus menerus. Dan kita perlu menjaga kesinambungan sejarah itu.”
 
“Tapi kalau kita punya gelora, dan kita punya ketekunan, kita punya tangan dingin, kita membutuhkan sesuatu yang lain. Kita juga perlu inovasi! yang bisa membuat kerja kecil itu mempunyai impact yang besar, yang bisa membuat waktu yang sedikit mempunyai nilai yang besar, yang bisa membuat modal yang kecil melahirkan hasil yang besar. Dan ada satu contoh yang baik untuk itu, mantan presiden kita BJ Habibie.”
 
“Saya ingin saudara-saudara semua mempelajari biografi ketiga orang ini. Bung Karno, Pak Harto, dan Habibie. Kita musti tersambung dengan ketiga orang ini.”
 
“Dan ada satu point terakhir yang terkait dengan pak Habibie. Saya bertemu beliau di sebuah mall di jakarta, sebelum film habibe-ainun keluar. Dan saya bilang kepada beliau, kebetulan beliau datang dengan  cucunya, saya bilang kepada beliau ‘Pak, anda adalah presiden pertama yang saya temui di mall’. Beliau mengatakan begini, jawaban ini yang membuat saya sangat terharu, beliau mengatakan ‘Saya kan hanya manusia biasa.  Saya juga perlu jalan-jalan’. “
 
“Orang yang punya inovasi dan punya cinta, itu tidak terbebani dengan jabatan-jabatan besarnya, karena orientasi didalam hidupnya adalah berkarya. Dan itulah yang harus kita pelajari dari beliau.”
 
“Saya sudah menonton film Habibie-Ainun. Itu film bukan hanya menginspirasi anda tentang kesetiaan dan cinta tetapi juga menginspirasi anda juga tentang seorang pekerja keras dan inovator.”
 
“Beliau hanya menjadi presiden sekitar 18 bulan, tetapi legacynya -karya terbesarnya- bukanlah terutama disitu  (presiden) tetapi pada pembangunan teknologi yang membuat republik ini dikenal di dunia sebagai salah satu negara muslim yang paling modern.”
 
“Orang-orang itu semuanya (Bung Karno-Pak Harto-Habibie), dalam catatan saya, menghabiskan lebih dari 50 tahun dalam total hidupnya untuk satu kerja didalam fokus yang sangat tinggi.”
 
“Saudara-saudara sekalin, kita baru akan menghabiskan 15 tahun dalam politik nanti bulan April. Belum sampai 50 tahun. Kita baru di permulaan jalan tetapi hari ini kita musti membuat ikrar bahwa insya Allah kita akan sampai puluhan tahun menghabiskan umur kita untuk bekerja demi kemajuan bangsa dan tanah air kita, inya Allah. Allahu Akbar!!”
 
“Karena itu pada bagian terakhir dari roadshow ini, pada seluruh kader di Indonesia saya menganjurkan membaca biografi ketiga orang ini. Nasab sejarah PKS harus kita sambungkan dengan ketiga orang ini.”
 
“Ada tiga pengetahuan utama bagi seorang yang ingin mengelola negara. Yang pertama adalah sejarah, yang kedua adalah geografi, yang ketiga adalah sastra. Seseorang tidak mungkin mengelola dengan baik sebuah negara, apalagi negara sebesar Indonesia ini, kecuali kalau kita mempunyai tiga pengetahuan yang kuat dalam bidang ini: sejarah, geografi, sastra.”
 
“Sejarah memberikan kita pengetahuan tentang waktu dan bagaimana manusia berinteraksi dalam waktu. Geografi memberikan kita kemampuan berfikir ruang. Dan sastra memberikan kita kemampuan karakter.”
 
“Saudara-saudara sekalian, pemilu ke-4 ini adalah taruhan  besar bagi PKS tentang mampukah kita memimpin republik ini atau tidak. Jadi bukan lagi sekedar memenangkan pemilu, tetapi kita harus melampaui pertanyaan tentang ‘apakah kita siap memenangkan pemilu’ tetapi  pada pertanyaan lain ‘apakah kita mampu memimpin republik ini ke depan’.”
 
“Jadi saudara sekalian, dengan demikian pertanyaan tentang ‘apakah kita akan memenangkan pemilu’ saya anggap tidak lagi relevan. Pertanyaan kita sekarang adalah ‘ini adalah jalan kita menuju kepemimpinan.”
 
“Dan insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama saya akan menjelaskan kepada anda tentang peta jalan kita menuju kepemimpinan republik ini.”
 
“Mudah-mudahan insya Allah peta jalan ini akan semakin meyakinkan kita semuanya, bahwa apa yang kita duga tidak bisa kita lakukan ternyata bisa kita lakukan. Saya hanya ingin menganjurkan antum semua untuk memperbaiki dugaan antum semuanya tentang diri antum. Punya persepsi yang tidak terlalu rendah tentang diri kita dan juga punya harapan besar kepada Allah SWT bahwa kita bisa melakukan hal-hal besar untuk republik ini, insya Allah.”
 
Sumber: pkspiyungan.org
Share this Article on :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
© Copyright PKS TUBAN 2012 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Modified by Blogger Tutorials.